4/4/15

Back To The Future #2 : UNDERLINE / 28th March - 11th April 2015 @ Ace House, Mangkuyudan 41 YK



UNDERLINE menggaris bawahi dominasi visual garis pada karya-karya FA Indun, Hendra 'HeHe' Harsono dan Uji 'Hahan' Handoko. Ketiganya memiliki ciri khas masing-masing dalam mengolah garis menjadi kekuatan pada karya mereka.

Indun dengan goresan-goresan tangannya yang terkesan raw, HeHe dengan gaya doodling-nya, serta ketelatenan Hahan pada goresan tebal tipis kuasnya. 

Selain sebagai metode berkarya, drawing muncul sebagai pilihan serta merta dan strategi atas situasi sehari-hari yang dihadapi pada awal karir kekaryaan mereka. Menjadi solusi paling pas bagi Hahan yang tinggal di kampus, nomaden, dan minim finansial. Mendorong Indun dalam memahami posisi dan perannya sebagai seniman yang juga bagian dari masyarakat global, serta menjadi pengalih perhatian atas imajinasi satir yang coba HeHe ungkapkan.

Terlepas dari berdiri sendiri atau tidak -baik sebagai awal ataupun presentasi akhir, setidaknya dalam pameran ini kita bisa melihat bahwa drawing kemudian menempati posisi yang bukan hanya sebagai benang merah estetika semata ketika bertransformasi ke berbagai medium, namun sekaligus menjadi representasi sikap berkesenian ketiga seniman ini dalam medan sosial seni rupa yang juga selalu berevolusi dari waktu ke waktu.

Tentang Back To The Future :
Presentasi dengan format pameran retrospektif ini adalah catatan proses berkarya dan konsistensi atas pilihan kerja kesenian termasuk wacana dan bahasa visual dalam kurun waktu satu dekade yang telah dilakukan seniman-seniman Ace House Collective.



 

Art Paris Art Fair, 26 - 29 March 2015, Grand Palais.

*
Art Paris Art Fair, 26 - 29 March 2015, Grand Palais, 
Avenue Winston Churcill 75008 Paris
Element Art Space, Booth G18



 --------------------------------------------------------------------------------------------






*
Balancing
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015




 
*
Blank
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015



 *
Bunny Pie
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015 



 *
Black Jelly #1
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015 



 *
Friendly Wall #1
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015 



 *
Black Jelly #2
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015 



 *
Bubble Hijab
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015



 *
Green Face
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
2015


 
*
Love Is Blind
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
 2015



*
Friendly Wall #2
10 x 13 cm
acrylic on used cardboard
 2015



 instalation view at booth G 18



*
Happy Slice
35 x 40 cm
acrylic on canvas
 2015



*
Golden Rain
35 x 40 cm
acrylic on canvas
 2015


3/5/15

Limited Embroidery Patch by A.O.C



"Longest Nose" 
Ø 9 cm



 "Green Mask"
10 X 6,5 CM


"Three Eyes"
9.5 X 6 CM


Limited Embroidery Patch
25 edition per each
only IDR 25 K
For more info click AOC
or fast response order +62 856 433 72 951 (whatsapp or sms)

HeHe X Anonymous


"INTRUDERS #1"
40 X 50 CM
Acrylic On Oil Painting
2015


intruders#1-detail

intruders#1-detail 



 
"INTRUDERS #2"
40 X 50 CM
Acrylic On Oil Painting
 2015 



 
intruders#2-detail 

 

 intruders#2-detail


karya ini saya buat untuk dipamerakan di museum H. Widayat pada bulan maret ini.
pameran berjudul REVITALISASI : 20 Tahun Museum H. Widayat.

Maksud dari pameran ini kurang lebih seperti ini ; pihak museum ingin membuat acara yang bebarengan dengan re launching museum yang selesai di renovasi setelah mendapat bantuan dari pemerintah (saya kurang paham dari mana persisnya, yang saya tahu dari pihak pemerintah saja, dan bernilai WAW BANGET DEH,,,,hehehe).

Pameran itu sendiri ingin melihat bagaimana seniman muda sekarang (alhamdulilaah masih muda yak.... :-) ) membaca ulang karya2x si maestro Widayat ini, yang lukisan2nya terkenal dengan sebutan dekora magis.....

Sejujurnya saya kurang eksplorasi tentang karya2x si widayat ini,,,saya terlalu sibuk dengan urusan saya sendiri,,,dan menurutku pihak museum cuman dikasih tenggang waktu sebulan untuk menggarap pameran ini adalah waktu yang kurang. yaa meski kita tidak pernah merasa cukup dangan waktu itu sendiri.

ide karya INTRUDERS ini muncul saat sosialiasi pameran ini...
jadi ketika perwakilan pihak keluarga H. Widayat waktu itu bicara bahwa bapaknya pernah suatu saat membikin karya dengan merespon karya yang sudah ada. dia bercerita ada teman widayat yang seorang seniman pemahat kayu yang bekerja di kampus kehutanan ugm, si temanya ini pernah membikin karya pahatan dari pohon2x yang sudah rubuh, lalu dibeli oleh widayat dan direspon ulang.
dari cerita inilah awal ide saya membikin karya INTRUDERS.

Lukisan bercorak pemandangan sawah ini saya temukan waktu kebetulan berbelanja di toko Mir**a Ba**k (sengaja saya sensor, karena dia tidak membayar saya untuk tulisan ini,,,,hahahaha) dikawasan malioboro. satu lukisan ini seharga kurang lebih lima puluh ribuan. kenapa murah? karena memang toko ini memang terkenal sebagai toko souvenir dengan harga yang cukup terjangkau bagi para pelancong yang sedang singgah di jogja.

teknis dari karya ini cukup sederhana saya tinggal merespon dari gambar yang sudah ada.
menyelipkan karakter2x absurd di antara hamparan sawah, hutan, dan gunung yang indah :-))

sebelumnya saya kepingin mencari lukisan yang coraknya mirip dengan karakter si Widayat, tapi saya tidak menemukannya, jadi ya ga papa lah....

selama menggarap karya ini, bukan hanya ide tentang merespon karya yang pernah dilakukan oleh widayat sebelumnya, tapi tentang lukisan bertema pemandangan alam yang sering dilakukan oleh seniman2x terdahulu. kenapa selalu ada seri tentang landscape? apakah masih ada kaitanya dengan corak mooi indie pada jaman dahulu? saya belum mencari literatur tentang ini....kalo ada yang tahu boleh ya saya dikasih tahu....sip.

saya mendapat sedkit jawaban tentang itu dari obrolan dengan kawan saya, kenapa selalu ada seri pemandangan/landscape ini bahwa masih terkait dengan pembentukan kepribadian sebuah bangsa pada jaman pemerintahan Soekarno, ada juga yang berpendapat menjadi seniman pada jaman itu punya semangat yang romantik, ketika berada di suatu tempat dia ingin mengabadikan momen tersebut. cukup menarik saya kira...

sekali lagi saya belum mendapat jawaban pasti dengan bukti literatur.
saya cuman punya jawaban atas karya saya ini sebagai berikut menurut saya karya dengan corak pemandangan seperti diatas itu adalah karya yang tidak nyata....kenapa tidak nyata? karena saya tidak pernah menemukan susana seperti atas itu, meski secara teknis itu mendekati realis, tapi apa yang ada di dalam lukisan itu tidak menggambarkan yang sesungguhnya. kita cuma punya memori yang sama akan gunung, sawah, dan petani..
jadi kenapa tidak ketika saya meresponnya dengan menyusupkan figur figur yang sering saya buat, dengan interpretasi bebas menurut kalian tentunya.